06 April 2016, 14:38:25
 |
| Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Koespiadi, MT (pegang penghargaan)
bersama Faisal dan Fiqih usai meraih Lomba Desain Bridge Competition
2016. |
Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil (Fakultas Teknik) Universitas
Narotama (UNNAR) tampil sebagai Juara III dalam Lomba Desain Bridge
Competition 2016 yang diselenggarakan UK Petra yang berlangsung di
Ciputra World lantai LG pada Sabtu, 2 April 2016. Lomba ini merupakan
even tahunan tingkat nasional karya cipta membuat jembatan dari bahan
Kayu Balsa seefisien mungkin, dalam melakukan pengujian jembatan akan
dibebani batu kerikil.
Lomba Desain Bridge Competition 2016 diikuti 193 team peserta dari
seluruh Indonesia yang kemudian disaring kebabak selanjutnya. Team yang
lolos masuk ke babak finalis terdiri 20 team tinggkat SMA dan 10 tingkat
perguruan tinggi. Mereka berasal dari seluruh wilayah di Indonesia,
beberapa diantaranya dari Medan, Makasar, Mataram, Surakarta dan
lainnya.
Team dari UNNAR adalah Faisal dan Fiqih, mahasiswa jurusan Teknik Sipil
Semester II yang telah berkali-kali melakukan percobaan di laboratorium
kampus untuk mempersiapkan babak final, mereka dan mendapat urutan
pertama untuk mempresentasikan hasil karyanya pada ajang final. Dukungan
dan motivasi dari dosen pembimbing untuk kesiapan lomba terus diberikan
baik melalui pelatihan menggunakan SAP 2000, cara teknik design yang
baik dan pengaturan estimasi waktu pengerjaan, penggunaan bahan material
dan lem dilakukan selama 1 minggu yang dilaksanakan di LAB fakultas
teknik dan ruang dekan fakultas teknik.
Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Koespiadi, MT, Ketua Program Studi Teknik
Sipil Fredy Kurniawan ST, MT, M.Eng, Ph.D, Ketua LPPM Dr. H. Sri Wiwoho
Mudjanarko ST, MT dan Diah Ayu Restuti Wulandari , ST, MT (dosen
fakultas teknik) dan teman-teman mahasiswa fakultas teknik turut hadir
mendampingi dan memberikan semangat pada pelaksanaaan babak final di
Ciputra World pukul 13.00 WIB yang terdiri dari babak presentasi dan uji
jembatan.
Pertama kali mengikuti lomba, Faisal dan Fiqih merasa berat dengan
persyaratan rangkaian lomba yaitu membuat jembatan dengan bobot 25 gram
dan mampu menahan beban 40 Kg, kurang dari itu akan didiskualifikasi.
Mereka juga baru kali pertama mendesain dengan material kayu balsah
sebagai bahan baku jembatannya. Namun berkat usaha dan kerja cerdas yang
dilakukan keduanya dalam menyusun strategi pada babak final membuahkan
kemenangan pada peringkat ke-3 dari 10 kelompok finalis tingkat
perguruan tinggi. Juara I diraih team dari Universitas Muhammadiyah
Surakarta dan juara II team dari Universitas Surabaya.
sumber:
https://www.narotama.ac.id/